Kota Yogyakarta – Kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan menjadi salah satu nilai utama yang ditanamkan dalam rangkaian Perkemahan Bakti (MAHABAKTI) XXXVIII Pramuka MAN 1 Yogyakarta. Melalui kegiatan Giat Bakti yang dilaksanakan pada Kamis (18/6/2026) di sekitar Bumi Perkemahan Candi Banyunibo, para peserta diajak untuk terjun langsung mengabdi kepada masyarakat melalui berbagai aksi sosial.
Mengusung tema "Ngayomi, Ngayahi, Ngayemi", Giat Bakti menjadi implementasi nyata nilai-nilai kepramukaan yang menekankan kepedulian, gotong royong, serta pengabdian kepada sesama. Seluruh peserta berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan yang dirancang untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar.
Empat kegiatan sosial menjadi fokus utama dalam Giat Bakti tahun ini, yaitu membersihkan masjid, membersihkan lingkungan permukiman warga, mengajar di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA), serta menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.
Di Masjid Al-Amin Ngrahu, peserta berkesempatan mengajar anak-anak TPA dengan menyampaikan materi dasar keagamaan, seperti tata cara berwudu, hafalan doa sehari-hari, serta surat-surat pendek Al-Qur'an. Pembelajaran dikemas secara sederhana dan interaktif sehingga anak-anak dapat mengikuti kegiatan dengan antusias.
Sementara itu, kelompok peserta lainnya melaksanakan kerja bakti di Masjid Al-Istiqamah Cepit dengan membersihkan area dalam maupun halaman masjid agar tetap nyaman digunakan untuk beribadah. Di lokasi berbeda, peserta juga bergotong royong membantu warga membersihkan lingkungan sekitar rumah, mulai dari menyapu halaman, memotong rumput, hingga memungut sampah yang berserakan.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, MAHABAKTI XXXVIII juga mengadakan kegiatan penyaluran paket sembako kepada warga yang membutuhkan. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh perwakilan masing-masing kelurahan yang didampingi Pradana sebagai wujud rasa syukur sekaligus mempererat hubungan antara peserta perkemahan dengan masyarakat setempat.
Pelaksanaan Giat Bakti tahun ini tetap mengadopsi sistem pemerintahan yang menjadi ciri khas MAHABAKTI, yaitu pembagian peserta ke dalam Kemantren Alibasyah–Ratnaningsih dan delapan kelurahan. Sistem tersebut tidak hanya mendukung jalannya kegiatan, tetapi juga melatih koordinasi, kepemimpinan, dan tanggung jawab setiap peserta dalam menjalankan tugasnya.
Salah seorang peserta mengaku memperoleh pengalaman yang berkesan selama mengikuti kegiatan tersebut.
"Giat Bakti tadi sangat seru dan berkesan. Kami bisa turun langsung membantu warga membersihkan lingkungan rumah mereka. Alhamdulillah semua kegiatan berjalan lancar karena kami melakukannya secara bersama-sama. Menurut saya, kegiatan ini juga menjadi pelepas penat di tengah padatnya rangkaian MAHABAKTI sekaligus memberikan pengalaman baru yang sangat bermanfaat," ujarnya.
Melalui Giat Bakti, peserta tidak hanya belajar tentang pentingnya gotong royong dan kepedulian sosial, tetapi juga merasakan secara langsung makna pengabdian kepada masyarakat. Diharapkan pengalaman tersebut dapat menumbuhkan karakter Pramuka yang peduli, bertanggung jawab, dan senantiasa siap memberikan manfaat bagi lingkungan di mana pun berada. (hm)
Pewarta : Among Dwiatmo Wicaksono