Kota Yogyakarta – Rangkaian kegiatan Perkemahan Bakti (MAHABAKTI) XXXVIII Pramuka MAN 1 Yogyakarta resmi ditutup melalui Upacara Penutupan yang diselenggarakan pada Sabtu (20/6/2026) di Lapangan Utama Bumi Perkemahan Candi Banyunibo. Upacara ini menjadi penanda berakhirnya tiga hari kegiatan yang dipenuhi dengan pengalaman belajar, penguatan karakter, serta kebersamaan antarpeserta.
Seluruh peserta mengikuti prosesi penutupan dengan khidmat. Selama tiga hari pelaksanaan, peserta telah mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk mengembangkan keterampilan kepramukaan, jiwa kepemimpinan, kepedulian sosial, serta kecintaan terhadap budaya. Beragam pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam amanatnya, Kak Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan panitia yang telah menyukseskan penyelenggaraan MAHABAKTI XXXVIII. Ia berharap seluruh ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan tidak berhenti sebagai kenangan, tetapi mampu diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
"Alhamdulillah kita telah sampai di akhir kegiatan Perkemahan Bakti. Silakan ilmu dan pembelajaran yang kakak-kakak peroleh selama mengikuti ekstrakurikuler Pramuka maupun selama MAHABAKTI XXXVIII diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kehidupan bermasyarakat kita membutuhkan unggah-ungguh dan tata krama. Pesan Ibu, peganglah selalu sepuluh nilai Dasa Darma yang telah kalian ucapkan dan jadikan sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan bermasyarakat," pesannya.
Usai upacara penutupan, kegiatan dilanjutkan dengan pengumuman para pemenang berbagai perlombaan yang telah diselenggarakan sepanjang MAHABAKTI XXXVIII. Penghargaan diberikan kepada sangga maupun peserta terbaik dalam sejumlah kategori, di antaranya Reka Reki Jagad, Tunas Intelekta, Komando Bhumi, Nerpati Jejak Buana, Sigap Rakata, Karya Rasa Dwipantara, Lensa Kirana, serta penghargaan Kalurahan Nugraha dan Sangga Utama.
Suasana lapangan dipenuhi sorak sorai dan tepuk tangan ketika nama-nama pemenang diumumkan. Momen tersebut menjadi bentuk apresiasi atas semangat, kerja keras, kreativitas, dan kekompakan yang telah ditunjukkan peserta selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Dengan berakhirnya MAHABAKTI XXXVIII, peserta diharapkan tidak hanya membawa pulang berbagai penghargaan, tetapi juga nilai-nilai kepramukaan yang telah dipelajari selama perkemahan. Semangat kebersamaan, kepemimpinan, gotong royong, serta kepedulian terhadap sesama diharapkan terus tumbuh dan menjadi bekal dalam kehidupan di sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Mengusung tema "Ngayomi, Ngayahi, Ngayemi", MAHABAKTI XXXVIII menjadi bukti komitmen Pramuka MAN 1 Yogyakarta dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berintegritas, serta mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. (hm)
Pewarta : Among Dwiatmo Wicaksono