Yogyakarta — Kemah Besar Mahakarsa II: ADIWIRA yang diselenggarakan oleh Ambalan Jenderal Soedirman dan R.A. Kartini Pangkalan SMA Negeri 6 Yogyakarta resmi berakhir minggu 21 Juni 2026 setelah berlangsung selama tiga hari dua malam yang penuh makna, kebersamaan, dan pengalaman berharga bagi seluruh peserta.
Rangkaian kegiatan pada hari terakhir diawali dengan apel pagi yang diikuti oleh perwakilan setiap sangga. Suasana kemah semakin semarak melalui pelaksanaan Giat Prestasi Senam Kreasi dari masing-masing kelas serta Permainan Persaudaraan yang menjadi sarana mempererat hubungan antarpeserta sebelum seluruh rangkaian kegiatan ditutup secara resmi melalui upacara penutupan.
Upacara penutupan Mahakarsa II: ADIWIRA dilaksanakan mulai pukul 10.00 hingga 11.15 WIB dan diikuti oleh seluruh peserta, pembina, guru, serta Sangga Kerja. Kegiatan diawali dengan penurunan Bendera Mahakarsa oleh enam petugas upacara sebagai simbol berakhirnya pelaksanaan Kemah Besar Mahakarsa II: ADIWIRA.
Dalam amanatnya, Pembina Upacara, Kak Drs. Akhmad Fathoni, M.Si, menyampaikan bahwa kemenangan dalam berbagai perlombaan tentu menjadi hal yang membanggakan. Namun demikian, menurut beliau, proses belajar yang diperoleh dari setiap tantangan dan kekurangan selama kegiatan justru menjadi nilai yang lebih penting.
Beliau menegaskan bahwa setiap evaluasi dan pengalaman yang diperoleh selama kemah tidak hanya menjadi pembelajaran bagi peserta, tetapi juga bagi Sangga Kerja untuk menghadirkan kegiatan Mahakarsa yang semakin baik pada masa mendatang. Selain itu, beliau mengingatkan bahwa kesalahan dan tantangan yang dihadapi selama proses berkegiatan merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter seorang Pramuka.
“Pramuka bukan sekadar rekayasa pendidikan, melainkan wadah untuk bertumbuh, berubah menjadi pribadi yang lebih baik, membangun karakter, serta menjadi bekal menuju kesuksesan di masa depan,” pesan beliau di hadapan seluruh peserta upacara.
Amanat tersebut sekaligus menjadi penanda resmi ditutupnya Kemah Besar Mahakarsa II: ADIWIRA. Sebagai penutup rangkaian kegiatan, panitia juga mengumumkan berbagai hasil perlombaan dan penghargaan, di antaranya Giat Prestasi Bertutur, Giat Prestasi Senam Kreasi, pemilihan Wira dan Dara Mahakarsa, Kelas Favorit, Sangga Pengembara Putra dan Putri, serta Sangga Utama Putra dan Putri.
Lebih dari sekadar seremoni penutupan, upacara ini menjadi momen refleksi bagi seluruh peserta untuk mengenang perjalanan selama kemah, mulai dari tantangan yang dihadapi, prestasi yang diraih, hingga pengalaman berharga yang akan menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari. Dengan berakhirnya Mahakarsa II: ADIWIRA, semangat persaudaraan, kemandirian, dan nilai-nilai kepramukaan yang telah ditanamkan diharapkan terus hidup dan berkembang dalam diri setiap peserta. (nar)
Pewarta Istimewa : Kak Alya Rachmawati

