Lantik Badan Kelengkapan Kwartir dan Satuan Bakti Cakrawarta, Kwarcab Kota Yogyakarta Siap Wujudkan Pramuka yang Adaptif dan Berkarakter

Yogyakarta – Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Yogyakarta resmi melantik jajaran badan kelengkapan kwartir yang terdiri dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat), Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang), Pusat Data dan Informasi (Pusdatin), serta Satuan Bakti Cakrawarta Dewan Kerja Cabang (DKC) Kota Yogyakarta. Pelantikan dilaksanakan sebagai langkah memperkuat organisasi dan meningkatkan kualitas pembinaan kepramukaan di Kota Yogyakarta.

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Pramuka. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tantangan dan pengucapan Janji Pramuka, ikrar, serta prakata pelantikan. Sebagai bentuk pengesahan, dilakukan penandatanganan berita acara pelantikan oleh para ketua badan kelengkapan bersama Ketua Kwartir Cabang Kota Yogyakarta.

Ketua Kwartir Cabang Kota Yogyakarta, Kak Heroe Poerwadi, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Ia menekankan pentingnya setiap badan kelengkapan merencanakan dan menjalankan tanggung jawabnya secara optimal sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

Menurutnya, sebagian pola pembinaan dan kegiatan kepramukaan masih tetap relevan dan dipertahankan, namun tidak sedikit yang perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, komunikasi, serta perubahan tata kelola organisasi. Oleh karena itu, badan kelengkapan yang baru dilantik diharapkan mampu menghadirkan inovasi dan strategi yang sesuai dengan perkembangan zaman. Tentunya beliau berharap Pusdiklat cabe juga bisa merumuskan pola pembinaan yang cocok untuk membangun generasi muda saat ini.

“Pramuka harus mampu tetap eksis di tengah derasnya arus informasi dan digitalisasi. Kita perlu memastikan bahwa nilai-nilai kepramukaan tetap menjadi bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh jajaran pengurus Puslitbang untuk melakukan analisis dan pemetaan terhadap berbagai tantangan yang dihadapi Gerakan Pramuka saat ini. Salah satunya dengan menjawab pertanyaan mendasar mengenai perbedaan karakter anggota Pramuka dibandingkan mereka yang tidak mengikuti pendidikan kepramukaan.

Menurutnya, karakter khas Pramuka harus dapat diidentifikasi melalui cara berpikir, bekerja, merespons persoalan, hingga kemampuan menyelesaikan masalah. Penguatan 
profil anggota Pramuka tersebut menjadi dasar dalam merumuskan berbagai program pembinaan yang lebih terarah dan berdampak.

Lebih lanjut, kak Heroe menegaskan bahwa kegiatan kepramukaan tidak 
hanya berorientasi pada aktivitas semata, seperti perkemahan dan berbagai kegiatan lapangan lainnya, tetapi juga harus menjadi sarana pembentukan karakter dan perbaikan diri. Karena itu harapannya kepada pengurus Pusdatin dan Satuan Bakti Cakrawarta, penting untuk publikasi dan penyampaian informasi kepramukaan perlu menampilkan nilai, branding, serta karakter khas Pramuka agar semakin dikenal masyarakat. Publikasi yang dilakukan diharapkan tidak semata hanya mengenai rutinitas kegiatan, tetapi juga bagaimana membanding apa yang kita dapatkan di Pramuka menjadi citra positif dalam masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, ia juga menyoroti pentingnya peran Pusat Data dan Informasi dalam menjaga, mengelola, serta mengembangkan sistem data dan aplikasi 
pendukung kegiatan kepramukaan. Pengelolaan data yang baik dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung tata kelola organisasi yang modern, efektif, dan akuntabel.

Dengan dilantiknya Pusdiklat, Puslitbang, Pusdatin, serta Satuan Bakti Cakrawarta DKC. Kota Yogyakarta, diharapkan seluruh unsur pendukung organisasi dapat semakin 
memperkuat kualitas pembinaan, pengembangan inovasi, pengelolaan informasi, serta pengabdian generasi muda melalui Gerakan Pramuka di Kota Yogyakarta. (nar) 
Previous Post Next Post