Kota Yogyakarta – Suasana malam di Bumi Perkemahan Candi Banyunibo semakin semarak dengan terselenggaranya Gelar Cakrawala, salah satu rangkaian kegiatan MAHABAKTI XXXVIII Pramuka MAN 1 Yogyakarta, pada Kamis (18/6/2026). Bertempat di panggung utama perkemahan, kegiatan ini menjadi wadah bagi peserta untuk menampilkan kreativitas, kemampuan seni peran, serta mengangkat kembali kekayaan budaya Indonesia melalui pementasan drama bertema cerita rakyat Nusantara.
Setiap kelas menampilkan kisah rakyat dari berbagai daerah di Indonesia dengan konsep pementasan yang unik dan beragam. Berbagai legenda yang sarat akan pesan moral dihidupkan kembali melalui kemampuan akting para peserta, dipadukan dengan dialog, tata panggung, kostum, serta properti yang disiapkan secara kreatif. Penampilan tersebut berhasil menghadirkan suasana pertunjukan yang menarik sekaligus memperkenalkan kembali warisan budaya Nusantara kepada seluruh peserta perkemahan.
Latar megah Candi Banyunibo turut memberikan nuansa tersendiri pada setiap penampilan. Cahaya panggung yang berpadu dengan kemegahan situs bersejarah tersebut menjadikan Gelar Cakrawala tidak hanya sebagai ajang perlombaan, tetapi juga sebagai pertunjukan seni yang memikat perhatian seluruh peserta, pembina, dan tamu undangan.
Salah seorang peserta, Kak Bintany dari Kelurahan Arimbi, mengaku memperoleh banyak pengalaman berharga selama mengikuti kegiatan tersebut.
"Gelar Cakrawala semalam seru sekali. Ternyata setiap kelas memiliki usaha dan ciri khas masing-masing untuk menunjukkan penampilan terbaiknya. Menurut saya, kegiatan ini mengajarkan pentingnya berusaha semaksimal mungkin, bersikap profesional saat tampil, mengatur waktu dengan baik, serta membangun kerja sama tim. Gelar Cakrawala benar-benar melatih kebersamaan karena kita tidak bisa berjalan sendiri, semuanya harus saling mendukung," ujarnya.
Selain menjadi sarana mengekspresikan kreativitas, Gelar Cakrawala juga memberikan ruang bagi peserta untuk memahami nilai-nilai luhur yang terkandung dalam setiap cerita rakyat. Pesan mengenai kejujuran, kerja keras, tanggung jawab, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama disampaikan melalui alur cerita yang dibawakan, sehingga menjadi media pembelajaran karakter yang menarik dan mudah dipahami.
Melalui kegiatan ini, MAHABAKTI XXXVIII tidak hanya mengembangkan kemampuan seni pertunjukan peserta, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga terhadap kekayaan budaya bangsa. Dengan mengangkat cerita rakyat sebagai tema utama, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong generasi muda untuk terus melestarikan warisan budaya Indonesia sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari. (hm)
Pewarta : Among Dwiatmo Wicaksono