Yogyakarta — Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Yogyakarta Ikuti kegiatan Pawiyatan Budaya bagi Orang Dewasa yang diselenggarakan oleh Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan diselenggarakan pada Sabtu 23 Mei 2026, bertempat di Aula Lantai 2 Gedung Sekretariat Kwarda DIY, Kompleks Bumi Perkemahan Taman Tunas Wiguna Babarsari, Caturtunggal, Depok, Sleman.
Kegiatan ini mengusung tema “Orientasi Pramuka Istimewa, Semanak Sumambrah Semak Luhur” sebagai upaya memperkuat pemahaman nilai budaya dan karakter kepramukaan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan Pawiyatan Budaya menjadi bagian dari langkah strategis Kwarda DIY dalam mempercepat implementasi program Pramuka Istimewa melalui penguatan tata nilai budaya lokal dalam sistem pembinaan kepramukaan.
Dalam sesi pengantar kegiatan dijelaskan bahwa tata nilai Pramuka Istimewa diharapkan tidak hanya dipahami sebagai konsep, tetapi juga hidup dalam praktik pembinaan sehari-hari. Budaya dipandang bukan sekadar warisan, melainkan energi pembentuk karakter generasi muda yang relevan dengan perkembangan zaman.
Materi kegiatan juga menekankan sejumlah nilai utama Pramuka Istimewa, seperti Hamemayu Hayuning Bawana, unggah-ungguh dan tata krama, gotong royong dan guyub rukun, andhap asor dan narimo, serta religiusitas yang toleran. Nilai-nilai tersebut diharapkan mampu menjadi landasan dalam membentuk karakter anggota Pramuka yang berbudaya dan berkepribadian luhur.
Selain itu, kegiatan Pawiyatan Budaya turut membahas pentingnya kolaborasi lintas bidang dalam mendukung percepatan capaian Pramuka Istimewa. Bidang Binamuda, Binawasa, hingga unsur budaya didorong untuk saling bersinergi dalam mengintegrasikan nilai-nilai keistimewaan DIY ke dalam sistem pembinaan Gerakan Pramuka.
Peserta juga mendapatkan pengenalan mengenai pendekatan penanaman nilai yang lebih adaptif dan relevan bagi generasi muda, seperti project based learning, peer education, simulasi, role play, hingga pemanfaatan media digital sebagai sarana pembelajaran. Tidak hanya materi para peserta juga diajak praktek memakai jari yang benar sesuai aturan pemakaian busana.
Kegiatan ini menjadi salah satu bagian dari program percepatan Pramuka Istimewa yang dilaksanakan Kwarda DIY melalui Pokja Pramuka Istimewa bersama berbagai unsur pembinaan di tingkat daerah maupun cabang.
Melalui pelaksanaan Pawiyatan Budaya ini, diharapkan lahir berbagai gagasan implementatif, penguatan jejaring antarpembina, serta langkah nyata dalam memperkuat nilai-nilai budaya dan kepramukaan di Daerah Istimewa Yogyakarta. (hm)
Sumber : Kak Fitri Haryanti
Foto : Kak Wahyu Hastini

