Yogyakarta — Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta, Gusti Kanjeng Ratu Hayu, secara resmi melantik jajaran Majelis Pembimbing (Mabi) dan Pimpinan Satuan Karya (Pinsaka) Pramuka Pengawas Obat dan Makanan (POM) DIY masa bakti 2026–2030 pada Senin (11/5/2026) bertempat di Aula Gedung Arjuna, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Yogyakarta.
Kegiatan pelantikan berlangsung khidmat dengan dihadiri Ketua Kwartir Cabang Kota Yogyakarta, unsur Kwarcab Sleman, jajaran BBPOM DIY, serta para pengurus yang dilantik.
Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara Gerakan Pramuka dengan BBPOM DIY dalam membangun generasi muda yang sehat, cerdas, dan peduli terhadap pengawasan obat dan makanan melalui pembinaan berbasis kepramukaan.
Adapun susunan Majelis Pembimbing Saka POM DIY masa bakti 2026–2030 yang dilantik adalah:
Ketua: Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Yogyakarta
Sekretaris: Etty Rusmawati, S.TP.
Anggota:
Wakil Ketua Kwarda DIY Bidang Pembinaan Anggota Dewasa
Chusnul Chotimah, S.Si., Apt., M.Sc
Mahyastuti Dewi, S.Farm., Apt
Sugeng Riyanto, S.H.
Sementara itu, susunan Pimpinan Saka POM DIY masa bakti 2026–2030 meliputi:
Ketua: Wulandari, S.TP., M.I.Kom.
Wakil Ketua: drh. Sri Budoyo
Sekretaris I: Rizqi Amalia Rohmah, STP., M.P.H.
Sekretaris II: Aminah Nur Rahmah, S.IP., M.Sc.
Bendahara: Annisa Fadhilah Rahman, S.I.Kom.
Dalam susunan Pinsaka juga diperkuat dengan beberapa bidang-bidang strategis meliputi Bidang Hukum dan Organisasi, Bidang Pendidikan dan Pelatihan, Bidang Kerja Sama dan Kemitraan, Bidang Krida Pengujian Obat dan Makanan, Bidang Krida Pemantauan Obat dan Makanan, serta Bidang Krida Informasi Obat dan Makanan.
Usai pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan laporan kegiatan Saka POM, penyusunan rencana kerja, serta diskusi bersama sebagai langkah awal menyusun program kerja yang adaptif dan berdampak bagi pembinaan generasi muda DIY.
Dengan pelantikan ini, diharapkan Saka POM DIY semakin aktif menjadi wadah pembinaan kepramukaan yang inovatif, edukatif, dan relevan dalam menjawab tantangan kesehatan masyarakat di era modern. (nar)
Sumber : Kak Fitri Haryanti

