![]() |
| foto : Kak Hasan |
Yogyakarta – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Yogyakarta turut serta dalam program Pengabdian Masyarakat (Abdimas) yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bekerja sama dengan Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Kegiatan yang berlangsung di Kompleks Bumi Perkemahan (Buper) Taman Tunas Wiguna Babarsari ini fokus pada pembekalan mitigasi bencana dan edukasi lingkungan. Dalam agenda ini, Kwarcab Kota Yogyakarta mengirimkan delegasi yang terdiri dari 5 anggota Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Tingkat Cabang (DKC) Kota Yogyakarta, 1 anggota Saka Bakti Husada Kota Yogyakarta, dan 4 anggota Saka POM Kota Yogyakarta.
Keikutsertaan ini merupakan komitmen Kwarcab Kota Yogyakarta dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di wilayah Kota Yogyakarta. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Dr. drg. Laelia Dwi Anggraini, Sp.KGA perwakilan dari UMY.
Beliau menjelaskan bahwa skema Abdimas kali ini menitikberatkan pada edukasi dan pemberian hibah alat pengelolaan sampah untuk Buper Babarsari. Hal ini disambut baik oleh para peserta sebagai langkah konkret mengatasi persoalan sampah di area perkemahan.
Kegiatan ini mengenalkan pentingnya Mitigasi Bencana Sosial dan Alam dan langkah penerapannya. Para delegasi dari Kwarcab Kota Yogyakarta mengikuti berbagai materi krusial, salah satunya mengenai kesadaran bencana yang disampaikan oleh Prof. Dr. Zuly Qodir, M.Ag. Beliau menekankan bahwa anggota Pramuka harus mampu membedakan dan menangani bencana alam maupun bencana sosial yang sering terjadi di masyarakat.
![]() |
| foto : Kak Hasan |
"Bencana sosial mencakup kebutuhan bahan pokok dan itu bisa dimitigasi di tempat bencana. Ini hal yang penting untuk dipelajari selain bencana alam yang memang tidak bisa kita kontrol," ujar Prof. Zuly dalam materinya.
Ketua Kwarda DIY Kak GKR Hayu, dalam sambutannya memberikan apresiasi atas sinergi yang terbangun. Beliau mengingatkan bahwa DIY memiliki risiko bencana alam yang tinggi, sehingga pengetahuan mitigasi seperti penanganan banjir sangat dibutuhkan oleh anggota Pramuka. Selain itu, beliau menyoroti pentingnya perubahan pola konsumsi untuk mengatasi masalah sampah secara hulu ke hilir.
Kak GKR Hayu juga berharap agar melalui pelatihan ini, muncul kemandirian ekonomi bagi masyarakat dan lingkungan di sekitar Buper, yang dapat didorong oleh para anggota Pramuka yang telah terlatih.
Melalui sinergi ini, delegasi Kwarcab Kota Yogyakarta diharapkan dapat membawa pulang ilmu dan pengalaman untuk kemudian diimplementasikan di wilayah Kota Yogyakarta. Partisipasi aktif dalam pelatihan ini menjadi langkah awal bagi para anggota DKC dan Saka di Kota Yogyakarta untuk menjadi motor penggerak dalam menciptakan masyarakat yang lebih tangguh bencana, peduli lingkungan, serta memiliki kemandirian ekonomi di masa depan. (nar)
Pewarta Istimewa : Kak Hasan Muhammad

