KOTA YOGYAKARTA -- Prestasi membanggakan ditorehkan oleh SMP Negeri 3 Yogyakarta dalam ajang CSSC (Cipta Satria Scout Competition) 2026 yang diselenggarakan oleh SMK Negeri 2 Depok Sleman pada Sabtu, 3 Oktober 2026.
Kompetisi yang mempertemukan pangkalan-pangkalan Pramuka dari tingkat regional DIY dan Jawa Tengah tersebut menjadi salah satu panggung pembuktian bagi SMP Negeri 3 Yogyakarta. Tidak tanggung-tanggung, tujuh piala berhasil dibawa pulang dalam berbagai kategori kejuaraan.
Salah satu capaian yang menjadi sorotan adalah keberhasilan SMP Negeri 3 Yogyakarta meraih Juara 1 Komunikasi Lapangan, disertai berbagai penghargaan lainnya dalam kategori kejuaraan pangkalan, termasuk Giat Lomba Baris-Berbaris (GLBB).
Raihan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan Pramuka di SMP Negeri 3 Yogyakarta terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Tidak hanya berorientasi pada keikutsertaan dalam perlombaan, proses pembinaan yang dilakukan secara bertahap mulai menghasilkan prestasi yang mampu membawa nama pangkalan bersaing di tingkat regional.
Dengan torehan tujuh piala dari berbagai perlombaan yang diikuti, SMP Negeri 3 Yogyakarta menjadi salah satu pangkalan dari Kota Yogyakarta yang berhasil mencatatkan raihan prestasi menonjol dalam CSSC 2026.
Keberhasilan ini tentu bukan hasil yang datang secara instan. Di balik setiap piala terdapat proses latihan, evaluasi, kedisiplinan, kekompakan, serta keberanian para anggota Pramuka untuk terus memperbaiki diri dari setiap perlombaan yang diikuti.
SMP Negeri 3 Yogyakarta kini menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar peserta. Pangkalan ini mulai membuktikan kemampuannya untuk bersaing dan berdiri sejajar dengan pangkalan-pangkalan lain yang telah lebih dahulu memiliki nama dalam dunia perlombaan Pramuka.
Torehan prestasi di CSSC 2026 menjadi salah satu penanda bahwa SMP Negeri 3 Yogyakarta terus berkembang dan naik kelas. Dengan semangat untuk terus belajar, evaluasi yang berkelanjutan, serta pembinaan yang semakin terarah, SMP Negeri 3 Yogyakarta siap menunjukkan lebih banyak potensi dan prestasi pada ajang-ajang Pramuka berikutnya.
Tujuh piala bukanlah akhir perjalanan. Ini adalah awal dari langkah yang lebih besar.
Tim Pewarta
Gilda Garneta Gravilia
penulis
Nar
editor
