KOTA YOGYAKARTA -- Dewan Kerja Cabang (DKC) Gerakan Pramuka Kota Yogyakarta menggelar Pertemuan Racana se-Kota Yogyakarta pada Rabu, 9 September 2026, pukul 16.00–19.00 WIB di Kantor Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Yogyakarta. Forum ini menjadi ruang dialog antara DKC dan perwakilan Dewan Racana untuk membahas kondisi, kebutuhan, serta pengembangan pembinaan Pramuka Pandega.
Pertemuan dihadiri Ketua DKC Kota Yogyakarta, Kak Luqman Abdul Muluk Sitorus dan anggota DKC Kota Yogyakarta lainnya, serta perwakilan racana dari Polbangtan YOMA, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPN Veteran Yogyakarta).
Para perwakilan racana menyampaikan berbagai kondisi dan kebutuhan pembinaan Pandega di pangkalan masing-masing. Salah satu aspirasi utama yang muncul adalah penguatan jejaring dan persaudaraan antar-racana, tidak hanya di Kota Yogyakarta, tetapi hingga tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta.
Para Pandega berharap adanya wadah atau kegiatan yang mempertemukan racana dari berbagai kabupaten dan kota se-DIY untuk saling mengenal, bertukar pengalaman, belajar, berkolaborasi, serta melakukan kegiatan bersama dan pengabdian kepada masyarakat. Jejaring tersebut diharapkan dapat dibangun secara berkelanjutan, bukan hanya melalui pertemuan formal.
Menanggapi hal tersebut, Kak Luqman menyampaikan dukungannya terhadap gagasan membangun jejaring antarracana se-DIY. DKC Kota Yogyakarta akan menghimpun aspirasi tersebut dan meneruskannya kepada Dewan Kerja Daerah (DKD) atau Kwartir Daerah sebagai masukan dari Pramuka Pandega Kota Yogyakarta.
Selain jejaring, para perwakilan racana mengusulkan agar Kwarcab memfasilitasi Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) untuk meningkatkan kapasitas pembina, khususnya dalam mendukung pembinaan dan penempuhan SKU Pandega. Mereka juga mengusulkan wadah apresiasi dan kompetisi seperti Gugus Depan/Racana Tergiat serta kegiatan yang mengangkat pengabdian masyarakat.
Aspirasi lainnya berkaitan dengan pemerataan perhatian terhadap seluruh golongan peserta didik, mulai dari Siaga, Penggalang, Penegak, hingga Pandega, sesuai karakteristik dan kebutuhannya.
Selama tiga jam, pertemuan berlangsung aktif dan komunikatif. Para perwakilan racana berharap forum serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar komunikasi antara DKC dan racana tetap terjaga serta berbagai kebutuhan Pandega dapat terus dihimpun dan ditindaklanjuti.
Pertemuan ini menjadi langkah awal memperkuat komunikasi DKC dengan racana sekaligus membuka ruang bagi gagasan membangun jejaring Pramuka Pandega se-DIY. Aspirasi tersebut diharapkan dapat diteruskan melalui jalur kelembagaan kepada DKD dan Kwartir Daerah untuk mendorong semakin kuatnya persaudaraan dan kolaborasi antar-racana di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Tim Pewarta
Terra Adhya Wiratama
penulis
DKC Kota Yogyakarta
editor
