Faiza Nasywa Alya, dari Ambalan hingga Juara 1 Jurnalistik Kemah Madrasah 2026


KOTA YOGYAKARTA -- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan anggota Pramuka dari MAN 2 Yogyakarta. Faiza Nasywa Alya, siswi kelas XI yang masih berstatus sebagai calon Dewan Ambalan (CDA), berhasil meraih Juara 1 Jurnalistik Putri pada Kemah Pramukac Murid Madrasah (Perkamuda) Jenjang Aliah 2026.

Pencapaian tersebut menjadi salah satu bukti bahwa pengalaman berkegiatan di Pramuka dapat menjadi ruang bagi anggota untuk mengembangkan minat, keberanian, dan kemampuan jurnalistik.

Faiza bukan nama baru dalam berbagai kegiatan Pramuka. Sebelum mengikuti Kemah Madrasah 2026, ia telah berpartisipasi dalam sejumlah kegiatan, di antaranya sebagain peserta PDT, peserta lomba di Gebyar Hari Pramuka ke-65, dan Perkamuda Jenjang Aliah 2026. Bahkan, sebelumnya Faiza juga berhasil meraih Juara 2 Lomba Reportase dalam rangka Gebyar Hari Pramuka ke-65 Kwarcab Kota Yogyakarta.

Menurut pembina gugusdepannya, Faiza merupakan anak yang cukup aktif dalam kegiatan ambalan. Selain memiliki ketertarikan pada jurnalistik, ia juga dikenal memiliki kemampuan di bidang seni dan komunikasi.

“Anaknya aktif di ambalan. Dia suka nyanyi dan suaranya bagus, apalagi kalau buat nge-MC,” ungkap pembina gugusdepannya.

Kemampuan kepemimpinannya juga terlihat ketika Faiza dipercaya menjadi ketua pelaksana Musyawarah Ambalan (Musyam) MAN 2 Yogyakarta. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari prosesnya dalam belajar bertanggung jawab dan bekerja bersama tim.

Di balik keberhasilannya menjadi juara, ada cerita menarik ketika Faiza menjalankan tugas jurnalistiknya. Ia mengaku sejak awal sangat tertarik untuk mewawancarai Kak Ahmad Baheij, yang merupakan Pembina Upacara dalam pembukaan Kegiatan Perkamuda 2026. Beliau merupakan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta.


Keinginannya begitu kuat hingga ia rela menunggu Kak Ahmad Bahiej menyelesaikan makan dan ramah tamahnya bersama pengurus Kwarda DIY. Setelah menunggu cukup lama Faiza  akhirnya mendapatkan kesempatan untuk melakukan wawancara yang dia inginkan.

“Alhamdulillah untungnya bapaknya bisa. Rasanya happy banget bisa mewawancarai bapaknya,” ungkapnya.

Bagi Faiza, kemenangan tersebut bukan sekadar tambahan koleksi prestasi. Ia mengaku merasa sangat lega ketika mengetahui hasil perlombaan.

“Alhamdulillah, Kak. Rasanya lega banget. Karena menurutku kalau ini passion kita banget, akan lebih tertekan saat hasilnya nggak sesuai harapan,” ungkapnya.

Saat namanya diumumkan sebagai Juara 1 Jurnalistik Putri, Faiza spontan melakukan sujud syukur.

Perjalanan Faiza menunjukkan bahwa prestasi tidak selalu lahir dari pengalaman panjang atau jabatan dalam organisasi. Sebagai seorang CDA yang masih terus belajar di Ambalan, ia justru mampu memanfaatkan setiap kesempatan kegiatan untuk mengasah kemampuan.

Dari aktif di ambalan, belajar memimpin kegiatan, berani berkomunikasi melalui MC, hingga terjun langsung melakukan reportase dan wawancara, pengalaman-pengalaman tersebut menjadi bekal yang membawanya meraih prestasi di bidang jurnalistik.

Juara 1 Jurnalistik Putri Kemah Pramuka Murid Madrasah (Perkamuda) 2026 menjadi catatan baru dalam perjalanan Faiza Nasywa Alya sekaligus bukti bahwa keberanian untuk mencoba, mengejar kesempatan, dan menikmati proses dapat membawa hasil yang membanggakan.

Tim Pewarta

Nadia Agnes Rasheesa
penulis
Pusdatin
editor
Previous Post Next Post