Sinergi Wujudkan Pramuka Istimewa, Kwarcab Kota Yogyakarta Bekali Pembina melalui Bimtek Implementasi Pramuka Istimewa

Yogyakarta – Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Yogyakarta menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pramuka Istimewa pada Rabu (1/7/2026) di Aula Kwarcab Kota Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh unsur kwartir ranting, pembina gugus depan, serta jajaran Kwarcab sebagai langkah percepatan implementasi Pramuka Istimewa di Kota Yogyakarta. 

Bimtek ini menghadirkan tim narasumber dari Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta yang memberikan penguatan konsep, strategi implementasi, hingga praktik baik pelaksanaan Pramuka Istimewa di gugus depan.

Materi pertama disampaikan oleh Kak Amik Setiaji mengenai Kebijakan dan Arah Strategis Pramuka Istimewa. Dalam paparannya dijelaskan bahwa Pramuka Istimewa berlandaskan Undang-Undang Gerakan Pramuka, Peraturan Daerah DIY tentang Tata Nilai Budaya Yogyakarta, serta Pendidikan Berbasis Budaya. Nilai-nilai seperti Hamemayu Hayuning Bawana, gotong royong, unggah-ungguh, andhap asor, hingga cinta budaya menjadi fondasi utama yang harus diinternalisasikan kepada peserta didik melalui pengalaman belajar yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Selanjutnya, Kak Christiono Riyadi memaparkan materi Praktik Baik dan Pembelajaran Implementasi Pramuka Istimewa berdasarkan pengalaman pilot project di Kwarcab Sleman. Ia menjelaskan bahwa implementasi Pramuka Istimewa tidak sekadar mengenalkan budaya, tetapi menghadirkan budaya sebagai pengalaman belajar yang membentuk karakter, kepemimpinan, kreativitas, serta kepedulian sosial peserta didik. Filosofi pembinaan dilakukan secara bertahap, mulai dari mengenal, mengalami, mempraktikkan, hingga mengembangkan budaya menjadi karya yang berdampak. 

Materi berikutnya disampaikan oleh Kak Agus Margunadji mengenai Sumber Daya Pelaksanaan Pramuka Istimewa. Dalam sesi ini ditekankan pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia, mulai dari pembina gugus depan, pelatih, pengurus kwartir, hingga kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Pendampingan implementasi dilakukan dengan pendekatan pendidikan karakter Ki Hadjar Dewantara dan metode learning by doing agar proses pembinaan berlangsung efektif dan berkelanjutan. 

Sementara itu, Kak Ari Hargiatmi menyampaikan materi Pramuka Istimewa Berbasis Budaya dan Kearifan Lokal. Peserta diajak memahami bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan media pendidikan karakter yang diwujudkan melalui pengalaman nyata. Setiap gugus depan didorong memetakan potensi lokal di wilayahnya dan mengembangkan program latihan yang sesuai dengan karakter lingkungan masing-masing sehingga memiliki ciri khas yang berbeda. 

Pada sesi terakhir, Kak Aminah memaparkan Penerapan Implementasi Pramuka Istimewa melalui sistem pembinaan yang terintegrasi mulai dari Kwartir Cabang, Kwartir Ranting hingga Gugus Depan. Materi tersebut menjelaskan mekanisme pengintegrasian Syarat Kecakapan Umum (SKU), Syarat Kecakapan Khusus (SKK), dan Syarat Kecakapan Pramuka Istimewa (SKPI) dalam proses pembinaan, disertai model implementasi pada setiap golongan mulai Siaga, Penggalang, Penegak, hingga Pandega. 

Melalui kegiatan Bimbingan Teknis ini, Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Yogyakarta berharap seluruh peserta mampu menjadi penggerak implementasi Pramuka Istimewa di gugus depan masing-masing. Dengan penguatan pemahaman kebijakan, strategi pembinaan, praktik baik, pengembangan sumber daya manusia, serta integrasi budaya lokal, diharapkan lahir generasi Pramuka Istimewa yang mandiri, unggul, berbudaya, inovatif, dan berkarakter sesuai nilai-nilai keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta. (nar)

Sumber : Kak Ghanis Armoyo dan Kak Dwi Maryadi

Previous Post Next Post