Bantul – Salah satu pelatih Pusdiklatcab Kota Yogyakarta, Kak Wahyu Hastini, M.Pd dipercaya menjadi narasumber dalam Pitaran Pelatih Tingkat Daerah Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu, 27 Juni 2026, di SMA Negeri 1 Bantul. Penugasan tersebut tertuang dalam surat resmi Kwarda DIY yang mengundang Kak Wahyu Hastini untuk menyampaikan materi "Sosialisasi Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat" kepada 50 Pelatih Pembina Pramuka se-Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pada kesempatan tersebut, Kak Wahyu Hastini memaparkan implementasi Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH) dalam kegiatan kepramukaan sebagai upaya memperkuat pendidikan karakter peserta didik. Materi tersebut menguraikan tujuh pembiasaan positif, yakni bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat, yang diintegrasikan dengan nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka.
Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda melalui metode learning by doing, kegiatan di alam terbuka, kerja sama dalam kelompok, serta pembiasaan yang dilakukan secara konsisten. Melalui integrasi 7KAIH, setiap kegiatan kepramukaan diharapkan mampu membangun peserta didik yang disiplin, mandiri, sehat, berkarakter, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Modul yang disosialisasikan juga memberikan contoh implementasi nyata pada setiap golongan Pramuka, mulai dari Siaga, Penggalang, hingga Penegak. Berbagai contoh kegiatan latihan disusun agar pembina dapat mengintegrasikan tujuh kebiasaan tersebut ke dalam latihan rutin maupun kegiatan insidental, seperti permainan edukatif, olahraga, kegiatan bakti masyarakat, pembiasaan hidup sehat, hingga refleksi di akhir latihan. Dengan demikian, nilai-nilai karakter tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari peserta didik.
Pitaran Pelatih Tingkat Daerah sendiri menjadi forum peningkatan kapasitas pelatih pembina Pramuka se-Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain sosialisasi 7KAIH, peserta juga memperoleh materi mengenai kebijakan pembinaan anggota dewasa, tata kelola pendidikan dan pelatihan, serta praktik pemanfaatan E-Diklat untuk mendukung proses pendidikan kepramukaan yang lebih adaptif.
Diharapkan ilmu dan pengalaman yang dibagikan dalam kegiatan ini dapat semakin memperkuat peran pelatih sebagai fasilitator, pendamping, dan konsultan dalam mencetak generasi muda yang berkarakter, tangguh, dan siap menghadapi tantangan zaman. (nar)
