Yogyakarta – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa kelas X SMA Budya Wacana tahun ajaran 2026/2027 tidak hanya diisi dengan pengenalan fasilitas dan kurikulum, tetapi juga pembekalan karakter yang krusial. Pada hari Selasa, 14 Juli 2026, puluhan siswa baru berkumpul di lapangan semi indoor untuk mengikuti sesi penyuluhan bahaya narkoba yang dibawakan langsung oleh Badan Narkotika Nasional Kota Yogyakarta.
Hadir sebagai narasumber, Ibu Erma Antasari, S.Si., M.Epid. selaku Penyuluh Narkoba Ahli Pertama BNN Kota Yogyakarta, membawakan materi bertajuk “Masa Depan Cerah Dimulai Tanpa Narkoba!”. Dalam paparannya, narasumber mengupas tuntas mengenai pengertian narkoba, dampak narkoba, jenis-jenis narkoba, bahaya penyalahgunaan narkoba, pengaruh faktor lingkungan terhadap narkoba, tantangan narkoba di era digital, serta 5 langkah agar terhindar dari bahaya penyalahgunaan narkoba yang kerap menyasar remaja.
Suasana sesi berlangsung interaktif. Pihak BNN tidak hanya memaparkan materi secara searah, tetapi juga mengajak siswa berdialog. Siswa tampak antusias dalam mengikuti materi dan memberikan tanggapan selama sesi berlangsung.
Kegiatan yang berlangsung selama 1 jam 30 menit ini diakhiri dengan Ikrar Siswa SMA Budya Wacana Anti Narkoba yang diikuti oleh seluruh siswa kelas X. Melalui ikrar tersebut, para siswa menyatakan komitmen untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba, menjaga lingkungan pergaulan yang sehat, dan berani berkata tidak terhadap segala bentuk penyalahgunaan narkotika.
Acara ini juga didampingi oleh Kak Edyst Suharto, unsur Pimpinan Saka Pramuka Anti Narkoba BNN Kota Yogyakarta, Bidang Kerjasama dan Kemitraan. Kehadiran unsur Pramuka dalam kegiatan ini menunjukkan sinergi antara BNN dan Gerakan Pramuka dalam membangun karakter generasi muda yang sehat, disiplin, dan bebas dari narkoba.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen seluruh peserta untuk mendukung gerakan antinarkoba di lingkungan sekolah. Dengan adanya pembekalan ini, para siswa baru diharapkan dapat bersama-sama berani berkata tidak pada narkoba dan fokus mengukir prestasi tanpa bayang-bayang ancaman narkotika. (nar)
Pewarta : Kak Edyst Suharto

