Belajar dari Jejak Sejarah, Peserta Jamnas 2026 Susuri Kawasan Heritage Kotagede

Yogyakarta – Suasana berbeda dirasakan peserta Jambore Nasional (Jamnas) 2026 Kontingen Cabang Kota Yogyakarta saat mengikuti kegiatan Jelajah Pramuka bertajuk “Jejak Mataram Kotagede” pada minggu, 31 Mei 2026. Tidak sekadar berjalan menyusuri rute yang telah ditentukan, para peserta diajak mengenal secara langsung sejarah dan warisan budaya yang masih terjaga di kawasan Kotagede, pusat awal berdirinya Kerajaan Mataram Islam.

Sejak pagi, peserta dibersamai Bindamping dan Pinkon, dan Tim Persiapan Kontingen memulai perjalanan dengan menyusuri kawasan kota lama Kotagede. Peserta memulai perjalanan dengan menyusuri kawasan Romansa Kota Lawas yang memperkenalkan berbagai bangunan bersejarah di Kotagede. Salah satu titik yang menjadi titik awal jelajah adalah Masjid Perak, masjid yang dikenal dengan arsitektur khas perpaduan gaya Jawa dan Timur Tengah serta menjadi salah satu ikon keagamaan di Kotagede.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Omah Kalang, rumah peninggalan para saudagar Kalang yang mencerminkan kejayaan ekonomi masyarakat Kotagede pada masa lalu. Bangunan ini memiliki karakter arsitektur unik yang memadukan unsur Jawa, Eropa, dan tradisional lokal.

Peserta juga mengunjungi Langgar Dhuwur, musala bersejarah yang berdiri di lantai atas sebuah bangunan tradisional. Keunikan bentuk bangunan dan nilai sejarahnya menjadikan Langgar Dhuwur sebagai salah satu landmark budaya yang masih terjaga hingga saat ini. Selain itu, peserta melewati Omah UGM Kotagede, sebuah rumah heritage yang kini dimanfaatkan sebagai ruang edukasi dan pelestarian budaya oleh Universitas Gadjah Mada

Di sepanjang perjalanan, peserta dibekali tugas yang menuntun mereka mengulik lebih dalam setiap sejarah Kotagede sebagai pusat pemerintahan Mataram Islam pada abad ke-16. Mereka juga diajak mengamati kehidupan masyarakat yang hingga kini tetap mempertahankan tradisi dan budaya yang menjadi ciri khas kawasan tersebut.

Salah satu pengalaman menarik yang diperoleh peserta adalah saat mengunjungi sentra pembuatan kipo, makanan tradisional khas Kotagede. Selain mengenal sejarah kuliner lokal, peserta juga dapat mencoba secara langsung proses pembuatannya yang masih dilakukan secara tradisional.

Jelajah kemudian dilanjutkan menuju sejumlah situs bersejarah seperti Watu Gatheng, Watu Gilang, Benteng Cepuri, Bokong Semar, kawasan Between Two Gates, Sendang Seliran hingga Masjid Gedhe Mataram. Keberadaan situs-situs tersebut menjadi saksi perjalanan panjang Kerajaan Mataram Islam sekaligus memperlihatkan kekayaan warisan budaya yang dimiliki Yogyakarta.

Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru tentang sejarah, tetapi juga belajar menghargai pentingnya pelestarian cagar budaya. Pengalaman belajar langsung di lapangan diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan bangsa sekaligus memperkuat karakter generasi muda sebagai penjaga nilai-nilai budaya Indonesia.

Kegiatan Jelajah Kotagede menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual dalam rangkaian persiapan peserta Jamnas 2026, di mana sejarah, budaya, dan pendidikan karakter berpadu dalam pengalaman yang menarik dan bermakna. (nar)

Previous Post Next Post