KOTA YOGYAKARTA -- Sekretaris Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) Kak Sri Budyo hadir sekaligus memberikan arahan strategis dalam kegiatan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) 2026 Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Yogyakarta.
Dalam arahannya, Kak Sri Budoyo menekankan pentingnya kesadaran organisasi terhadap sumber pendanaan. Ia mengingatkan bahwa meskipun program-program Gerakan Pramuka dapat difasilitasi melalui dukungan pemerintah, namun sebagai organisasi yang mandiri, Pramuka harus mampu mengembangkan dan mengelola sumber pendanaannya sendiri.
“Gerakan Pramuka harus mulai menyadari bahwa ketergantungan terhadap dana pemerintah memiliki keterbatasan. Oleh karena itu, kita perlu bersama-sama menggali potensi yang dimiliki untuk membangun kemandirian organisasi,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan empat misi utama dalam mewujudkan Pramuka yang mandiri dan istimewa, yaitu, mewujudkan organisasi Gerakan Pramuka yang mandiri, selaras dengan perkembangan zaman, menjadi organisasi yang merangkul dan mengajak masyarakat, serta menjadi organisasi yang modern.
Kak Sri Budoyo juga mengajak seluruh jajaran untuk kembali merefleksikan kondisi organisasi di semua tingkatan, mulai dari cabang, ranting, hingga gugus depan.
Menurutnya, keberhasilan pembentukan karakter anggota muda sangat bergantung pada kesiapan sarana, prasarana, serta dukungan pendanaan yang memadai.
Ia menambahkan bahwa kemampuan keuangan pemerintah daerah saat ini memiliki keterbatasan, sehingga diperlukan upaya kolektif untuk mengembangkan sumber-sumber usaha di lingkungan Pramuka. Hal ini termasuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki agar dapat menunjang keberlangsungan program pendidikan kepramukaan.
Dalam menghadapi era modern dan perkembangan teknologi, peningkatan kapasitas pembina juga menjadi perhatian penting. Baik anggota dewasa maupun muda diharapkan mampu menghadirkan inovasi baru serta memanfaatkan teknologi secara positif untuk mendukung kegiatan kepramukaan.
Selain itu, ia juga mendorong penguatan kerja sama dengan berbagai instansi serta pengembangan Satuan Karya (Saka), seperti Saka Wirausaha yang saat ini tengah berproses.
Keberadaan Saka diharapkan dapat menjadi wadah kolaborasi sekaligus menjawab tantangan zaman, termasuk isu kemandirian pangan melalui peran Saka Taruna Bumi.
Menutup arahannya, Kak Sri Budoyo menegaskan pentingnya membangun kedekatan dengan masyarakat serta memastikan bahwa setiap program yang dijalankan mampu merealisasikan nilai-nilai kepramukaan secara nyata, dirasakan manfaatnya, dan diakui oleh masyarakat luas sebagai kegiatan yang positif dan berdampak.
Pewarta : Alya RachmawatiFoto : Izza
