KOTA YOGYAKARTA -- Sebuah petualangan besar segera dimulai. Dewan Ambalan Sultan Hamengku Buwono I - Gusti Pembayun, pangkalan SMA Negeri 9 Yogyakarta atau yang dikenal dengan Pandu Taruna Bakti akan segera menggelar perhelatan akbar tahunan, Kemah Besar Karsadhara 2026.
Mengusung narasi kepahlawanan dan semangat juang, kegiatan ini diproyeksikan menjadi momen transformasi bagi para anggota Pramuka di dalamnya.
Perkemahan ini akan dilaksanakan selama tiga hari dua malam, mulai tanggal 30 April hingga 2 Mei 2026. Lokasi yang dipilih adalah Desa Ekowisata Pancoh, sebuah kawasan asri di lereng Merapi yang dikenal dengan kearifan lokal dan suasana alamnya yang mendukung proses penguatan karakter.
"Be prepared for the awakened legend, behold the dawn of Karsadhara," demikian yang disampaikan Dewan Ambalan.
Kemah Besar tahun ini menjanjikan pengalaman yang berbeda. Para peserta tidak hanya akan berlatih teknik kepramukaan konvensional, tetapi juga diajak masuk ke dalam dinamika kelompok yang menguji ketangguhan, kreativitas, dan kepemimpinan.
Panitia menyatakan bahwa pemilihan nama "Karsadhara" membawa filosofi tentang kekuatan tekad dan dedikasi yang harus dimiliki oleh setiap anggota Pramuka dalam menghadapi tantangan zaman.
Desa Ekowisata Pancoh dipilih bukan tanpa alasan. Lingkungan yang menantang namun edukatif ini diharapkan mampu menjadi media belajar yang nyata bagi para peserta untuk menndalami teknik penjelajahan dan navigasi darat; membangun sinergi antar-anggota; serta mengasah kepekaan terhadap pelestarian lingkungan.
