Ngasah Cipta, Ngrembaka Diri: Kemah Bakti ke-38 SMK Negeri 5 Yogyakarta Resmi Dibuka di Desa Wisata Pentingsari


Yogyakarta – SMK Negeri 5 Yogyakarta sukses menyelenggarakan kegiatan Kemah Bakti ke-38 yang berlangsung di Desa Wisata Pentingsari, Cangkringan, Sleman, pada 1–3 April 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para siswa untuk mengasah kreativitas sekaligus mengembangkan potensi diri melalui berbagai aktivitas kepramukaan dan pengabdian kepada masyarakat.

Mengusung tema “Ngasah Cipta, Ngrembaka Diri”, Kemah Bakti tahun ini menekankan pada pengasahan pola pikir kreatif serta pengembangan karakter mandiri agar siswa mampu tumbuh secara optimal. Tema tersebut juga mencerminkan upaya untuk menyelaraskan kecerdasan intelektual dengan kepedulian sosial di tengah kehidupan masyarakat.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas X SMK Negeri 5 Yogyakarta. Dalam pelaksanaannya, para peserta didampingi oleh sangga kerja yang terdiri dari Dewan Ambalan (DA), Dewan Tonti (DT), OSIS, ROHIS, Palang Merah Remaja (PMR), para guru, pembina, tim kesiswaan, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, serta instruktur dari KODIM 0734 Kota Yogyakarta. Selain itu, warga Desa Pentingsari dan beberapa sekolah dasar di wilayah tersebut juga turut berpartisipasi sebagai mitra dalam pelaksanaan kegiatan bakti masyarakat.

Pemilihan Desa Wisata Pentingsari sebagai lokasi kegiatan tidak terlepas dari karakter desa tersebut yang dikenal dengan kelestarian alam serta kearifan lokal masyarakatnya di lereng Gunung Merapi. Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan dapat belajar langsung dari kehidupan masyarakat pedesaan yang sederhana namun inovatif.

Selama tiga hari pelaksanaan kegiatan, para peserta mengikuti berbagai rangkaian aktivitas yang dirancang untuk melatih keterampilan, kreativitas, serta kepedulian sosial. Kegiatan tersebut meliputi bakti masyarakat berupa pembersihan lingkungan, giat prestasi seperti Pranata Adicara, Pioneering, Sketsa, Memasak, dan Asah Terampil (ASTER). Selain itu, terdapat pula giat umum seperti Upacara Pembukaan, Apel Sore, Ekspo Saka, Apel Pagi, Upacara Api Unggun, hingga Upacara Penutupan.

Kegiatan malam akrab yang diisi dengan api unggun dan pentas seni menjadi salah satu momen yang paling dinantikan oleh para peserta. Melalui kegiatan tersebut, para siswa diberi kesempatan untuk mengekspresikan kreativitas serta melatih kepercayaan diri tampil di depan publik.

Melalui Kemah Bakti ini, SMK Negeri 5 Yogyakarta berupaya membentuk profil Pelajar Pancasila yang tangguh dan berkarakter. Tema Ngasah Cipta mendorong siswa untuk berpikir kreatif dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan, sementara Ngrembaka Diri diharapkan dapat menumbuhkan jiwa kepemimpinan serta rasa empati melalui interaksi langsung dengan masyarakat.

Pembina SMK Negeri 5 Yogyakarta menyampaikan bahwa tema yang diusung bukan sekadar slogan, melainkan harapan besar bagi para siswa.

“Tema Ngasah Cipta, Ngrembaka Diri bukan sekadar slogan. Ini adalah doa dan tujuan kami agar lulusan SMK Negeri 5 Yogyakarta tidak hanya ahli secara teknis, tetapi juga mampu berkembang secara mental dan spiritual serta memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui kegiatan Kemah Bakti ini, diharapkan para siswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar di luar kelas, tetapi juga mampu menumbuhkan kepedulian sosial, kemandirian, serta semangat pengabdian kepada masyarakat. (hm)

Pewarta : Tamara Ayu

Previous Post Next Post