Kegiatan latihan rutin ini dikemas dalam bentuk kunjungan rekreatif sekaligus edukatif. Para peserta diajak untuk berkeliling museum guna mengenal lebih dalam dunia kemaritiman serta menambah wawasan terkait alat dan teknologi kelautan. Kegiatan semacam ini juga pernah dilakukan sebagai bagian dari pembelajaran di lapangan bagi anggota Saka Bahari.
Setibanya di lokasi, peserta diarahkan untuk memasuki area museum dan mengamati berbagai koleksi yang dipamerkan. Salah satu daya tarik utama yang menarik perhatian peserta adalah replika kapal perang yang berada di area depan museum, yang menjadi ikon khas tempat tersebut. Selama berkeliling, anggota Saka Bahari menyaksikan berbagai koleksi alat utama sistem persenjataan laut seperti torpedo, ranjau laut, serta peralatan navigasi modern seperti radar, sonar, dan kompas. Selain itu, terdapat pula miniatur kapal dan pesawat TNI AL yang memberikan gambaran mengenai sistem kerja transportasi laut dan udara dalam mendukung pertahanan negara di wilayah perairan.
Tidak hanya itu, peserta juga berkesempatan melihat simulasi anjungan kapal yang menggambarkan kondisi ruang kendali kapal secara nyata. Melalui fasilitas ini, anggota dapat memahami peran dan fungsi awak kapal dalam mengoperasikan navigasi serta sistem kendali di laut. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi pengamatan di ruang audio visual, di mana peserta menyaksikan tayangan edukatif mengenai dunia kelautan dan sejarah angkatan laut Indonesia. Suasana kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh semangat belajar.
Melalui kegiatan ini, diharapkan anggota Saka Bahari Kota Yogyakarta dapat meningkatkan pemahaman tentang pentingnya peran laut bagi Indonesia sebagai negara kepulauan, sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap dunia bahari. Kegiatan latihan rutin ini menjadi salah satu bentuk implementasi pembinaan karakter dan pengetahuan anggota Saka Bahari agar lebih siap dalam menghadapi tantangan di bidang kemaritiman. (nar)
