Paling Tidak Sopan : Fenomena Tiba-Tiba Ada di Grup WhatsApp Kepanitiaan

Salah satu praktik paling tidak sopan dalam kwartir Gerakan Pramuka saat ini adalah memasukkan nama seseorang ke dalam struktur kepanitiaan, bahkan langsung memasukkannya ke dalam grup koordinasi, tanpa adanya konfirmasi kesediaan terlebih dahulu.

Ini merupakan sebuah budaya organisasi yang buruk dan malah diilestarikan. Pencantuman nama dalam kepanitiaan hanya berdasarkan asumsi bahwa orang tersebut "pasti mau" atau "selalu bisa".

Kondisi ini menormalisasi dan menjadi sebuah pemaksaan secara halus. Dengan langsung memasukkan ke grup, anggota merasa sungkan untuk menolak karena merasa tidak enak hati dengan rekan sejawat, meski sebenarnya ia memiliki keterbatasan waktu atau kapasitas.

Kebiasaan seperti ini sangat mengabaikan hak individu dan menganggap waktu serta tenaga anggota adalah milik organisasi sepenuhnya, tanpa menghargai privasi dan prioritas pribadi sang anggota.

Tentu saja hal ini akan berdampak pada sinergi organisasi yang biasanya dibangun atau digembar-gemborkan. Karena kebiasaan ini bukan sekadar masalah teknis administrasi, melainkan racun yang perlahan melemahkan sinergi.

Anggota yang merasa "dijebak" masuk kepanitiaan cenderung bekerja setengah hati, komunikasi akan menjadi kaku dan hilangnya rasa hormat (respect) antara pimpinan dan anggota.

Bisa saja dalam pelaksanaan kegiatan tugas-tugas mereka yang dipaksa akan terbengkalai dan justru membebani anggota tim yang lain. Selain itu, anggota yang potensial akan perlahan menarik diri (loosing interest), karena merasa kontribusinya tidak dihargai secara manusiawi.

Sebagai organisasi yang mendidik karakter, Kwartir Gerakan Pramuka atau satuan lainnya seharusnya mengedepankan etika dan musyawarah. Bisa dengan cara personal approach terlebih dahulu sebelum mencantumkan nama dalam kepanitiaan.

Memberikan gambaran apa yang diharapkan dari anggota akan memberikan penghormataan dan bisa sekaligus mengukur kemampuan mereka yang dimasukkan. Tentu saja, harus menghargaan ketika ada jawaban tidak, dengan alasan yang logis.

Gerakan Pramuka mengajarkan kita untuk selalu bertanggungjawab dan menhormati orang lain. Mengabaikan kejujuran dan rasa hormat adalah bukan ciri khas anggota pramuka.

**
Editorial Redaksi
Previous Post Next Post