Yogyakarta -- Gugus Depan Pramuka SMK Tamansiswa melaksanakan kegiatan kunjungan edukasi ke Museum Sandi Yogyakarta sebagai bagian dari program pembelajaran luar kelas. Kegiatan ini diikuti oleh 111 anggota Pramuka dari kelas DKV, RPL, TSM 1, TSM 2, TKR, TITL, serta SMA, dengan pendampingan pembina Pramuka dan wali kelas.
Dalam kepramukaan, sandi merupakan salah satu materi penting yang tidak terpisahkan dari latihan Pramuka. Oleh karena itu, Ambalan RM Soewardi Soerjaningrat dan Laksamana Malahayati menginisiasi kegiatan anjangsana ke Museum Sandi sebagai upaya penguatan materi persandian secara langsung. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari program ambalan yang dilaksanakan bertepatan dengan jadwal latihan rutin.
Sebelum keberangkatan, setiap penanggung jawab (PJ) kelas menyiapkan barisan dan memastikan seluruh anggota hadir. Peserta kemudian diarahkan berjalan tertib secara berpasangan sesuai urutan kelas. Selain itu, siswa diingatkan untuk membawa alat tulis berupa buku dan pulpen guna mencatat informasi penting selama kegiatan berlangsung.
Setibanya di Museum Sandi, para peserta mendapatkan penjelasan dari pemandu mengenai sejarah persandian di Indonesia, mulai dari peran sandi pada masa perjuangan kemerdekaan hingga perkembangan teknologi komunikasi rahasia. Para siswa juga berkesempatan melihat langsung berbagai koleksi alat sandi, mesin enkripsi, serta dokumentasi sejarah yang menambah wawasan mereka.
Tidak hanya menyimak pameran, anggota Pramuka tampak aktif mencatat materi, mengajukan pertanyaan, serta mengikuti sesi edukasi interaktif. Kegiatan ini membuat proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan menyenangkan karena dilakukan langsung di lingkungan museum.
Kunjungan edukasi ditutup dengan sesi foto bersama sebelum seluruh rombongan kembali ke sekolah dengan tertib dan lancar. Melalui kegiatan ini, diharapkan anggota Pramuka SMK Tamansiswa semakin memahami materi sandi, meningkatkan kedisiplinan, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap sejarah bangsa. (nar)
Pewarta : Noorida A R A
